(Gambar diambil dari Google) Problem seputar pandemi terus mengalami eskalasi sampai dengan saat ini. Persoalan ini pun terus memunculkan beragam pertanyaan yang menggantung di awang-awang, bahkan berubah menjadi teka-teki yang yang sulit untuk dipecahkan. “WHY?” sekiranya itu adalah pertanyaan besar tentang pandemi yang tengah bergejolak dalam diri kita semua. Penafsiran atas jawabannya pun hanya mengandalkan daya nalar yang masih terbatas pada pada latar belakang setiap individu, misalnya latar belakang agama, status sosial, bahkan ada pula yang hanya mengandalkan intelctual conscience dan sebagainya. Bentuk penafsiran seperti ini bisa dikatakan benar secara subjektif namun belum bisa dibuktikan secara objektif. Semuanya masih berupa hepotesa. Bertolak dari hal ini maka tidak heran jika pelik pandemi ini terus memunculkan pertanyaan yang enigmatif dalam diri semua orang. ...
"membaca dan menulis ibarat bernyanyi di atas perahu saat badai dahsyat di laut. Kita tidak bisa menghentikan badai yang mengamuk, tetapi bernyanyi dapat mengubah hati dan semangat orang-orang yang bersama di kapal itu"_Pit Karwayu.