Langsung ke konten utama

(OPINI) : PANDEMI YANG ENIGMATIF

 


                 (Gambar diambil dari Google)

       Problem seputar pandemi terus mengalami eskalasi sampai dengan saat ini. Persoalan ini pun terus memunculkan beragam pertanyaan yang menggantung di awang-awang, bahkan berubah menjadi teka-teki yang yang sulit untuk dipecahkan. “WHY?” sekiranya itu adalah pertanyaan besar tentang pandemi yang tengah bergejolak dalam diri kita semua. Penafsiran atas jawabannya pun hanya mengandalkan daya nalar yang masih terbatas pada pada latar belakang setiap individu, misalnya latar belakang agama, status sosial, bahkan ada pula yang hanya mengandalkan intelctual conscience dan sebagainya. Bentuk penafsiran seperti ini bisa dikatakan benar secara subjektif namun belum bisa dibuktikan secara objektif. Semuanya masih berupa hepotesa. Bertolak dari hal ini maka tidak heran jika pelik pandemi ini terus memunculkan pertanyaan yang enigmatif dalam diri semua orang.

            Konsep kurousitas terhadap misteri pandemi ini tidak pernah lepas dari dua kajian pokok dalam kehidupan manusia. Dua kajian itu adalah kajian insani yang lebih dekat dengan manusia sendiri dan kajian ilahi yang mengarah pada suatu kekuatan di luar diri manusia. Dalam kajian insani, semua orang berpikir bahwa pandemi covid-19 adalah hasil dari mekanisme biologis yang terjadi secara bertahap atau tidak terlepas dari fenomena alam raya ini. Hal ini dapat dibuktikan dari asal-usul covid-19 sendiri dan juga berbagai perspektif lain yang turut melatari munculnya covid-19, misalnya pendapat yang mengatakan bahwa covid-19 ini terjadi karena bumi sedang melakukan proses pemulihan(recovery). Ada pula yang mengatakan bahwa covid-19 ini menjadi bagian dari intrik politik berbau biologis. Di dalamnya mencangkup persaingan-persaingan yang beraksentuasi pada ketersediaan peralatan medis, militer, pemerintahan, ekonomi, dan sebagainya. Tentu hal ini tidak seratus persen benar, namun belum tentu juga salah. Semuanya masih dalam tataran probabilitas.

            Saat ini beberapa negara sedang berlomba-lomba mencari vaksin yang mampu menangkal virus covid-19. Namun, menciptakan vaksin ini ibarat mencari satu buah jarum dalam tumpukan jerami. sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang dapat menangkal virus covid-19. Dalam sebuah penilitian tentang virus covid-19, ditemukan bahwa virus covid-19 terus menerus mengalami pemutasian. Karena sifatnya yang selalu bermutasi, virus covid-19 sulit sekali untuk dicari vaksinnya, sehingga hal ini membuat tim medis kewalahan. Apa mungkin reaksi virus covid-19 mampu melampaui pengetahuan manusia? Lagi-lagi pandemi covid-19 masih memunculkan teka-teki.

            Kajian insani berbeda pula dengan kajian ilahi. Dalam kajian ilahi ini semua orang mulai lepas dari pandangan rasionalitasnya dan mencoba mengaitkan pandemi covid-19 ini dengan bertendensi pada religiusitas. Orang-orang juga mulai mengaitkannya dengan isu-isu yang marak muncul, seperti isu seputar ekologi, isu kemanusiaan, isu separatisme, dan sebagainya. Isu-isu ini pun mulai ditarik benang merahnya ke arah agama dan mendekati sesuatu yang bersifat supra-empiris atau merujuk ke Tuhan sendiri. Bagi orang-orang beragama atau berkepercayaan, pandemi covid-19 yang tengah membuncah ini masih ada kaitannya dengan Tuhan sendiri. Barangkali ini adalah ujian Tuhan untuk manusia, atau barangkali juga ini adalah cara Tuhan untuk memulihkan kembali bumi. Sekiranya itu adalah pendapat mereka tentang virus covid-19.  Pendapat semacam ini memang masih bersifat regiusial. Siapa pun tidak dapat mengetahui kepastiannya. Lagi-lagi semua masilah berupa misteri dan masih menjadi teka-teki kita bersama.

            Dua kajian paradigmatif untuk menelaah pandemi covid-19 ini memang terlihat sangat berbeda, namun keduanya tidak saling menegasi. Setidaknya kita semua tahu ada hal-hal yang bisa dipikirkan dengan nalar dan ada pula yang melampaui nalar. Terlepas dari hal itu, disparitas di antara keduanya terus memunculkan nada dilematis bagi kita semua. Sekarang semua bergantung pada kita. Pertanyaan besarnya, mampukah kita semua memcahkan teka-teki besar ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(OPINI) : PRAKTIK PENANGKAPAN IKAN SECARA ILEGAL DI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR DITINJAU DARI REGULASI PEMERINTAH, PERSPEKTIF BUDAYA, TEORI BIOSENTRISME DAN EKOSENTRISME

                  (G ambar diambil dari Google) Dewasa ini, praktik penangkapan dengan cara ilegal terus mengalami eskalasi dari waktu ke waktu. Praktik penangkapan ikan secara ilegal bukan hanya terjadi di area laut, tetapi juga terjadi di areal perairan sungai. Praktik penangkapan ilegal ini biasanya dilakukan dengan cara menggunakan racun, alat setrum, menggunakan pukat hela, menggunakan dinamit, dan dengan melakukan penyedotan air sampai volume air berkurang. Di Manggarai Timur sendiri, praktik yang biasa digunakan adalah dengan menggunakan alat setrum dan cairan beracun. praktik penangkapan ikan dengan cara semacam ini seringkali dilakukan oleh oknum-oknum yang mengejar keuntungan tinggi. Praktik ini sebetulnya sudah di larang oleh pemerintah sendiri. Namun, larangan ini tidak dugubris oleh sebagian masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan cara seperti ini. Ibarat segenggam air yang di siram di tepi jalan panas, laran...

(OPINI) : TARIF KENDARAAN NAIK? JALAN KAKI SAJA!

         (Gambar diambil dari Google)    Presiden Joko Widodo pada akhirnya resmi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga terbaru bahan bakar tersebut mulai berlaku pada Sabtu, 3 September 2022, pukul 14.30 WIB. Berikut rincian harga bahan bakar tersebut menurut penjabaran dari Menteri ESDM, Arifin Tasrif. Harga Pertalite yang semula Rp. 7.650 per liter naik menjadi Rp.10.000 per liter. Solar subsidi dari Rp.5.150 per liter naik menjadi Rp.6.800 per liter. Harga Pertamax dari Rp.12.500 per liter naik menjadi Rp. 14.500.             Kenaikan harga BBM ini sungguh menyulitkan masyarakat Indonesia, lebih khususnya masyarakat dari latar belakang ekonomi kecil. Tidak heran jika para demonstran turut memberi suara atas kebijakan pemerintah tersebut yang menyulitkan masyarakat. Kenaikan harga BBM ini membuat tarif angkutan umum juga mengalami kenaikan....

(Opini) : Guru Cakap, Siswa Tangkap

           (Gambar diambil dari Google)      Keterampilan dan kecakapan seorang guru adalah salah satu kunci keberhasilan dunia pendidikan. Sejarah membuktikan bagaimana kemajuan sebuah bangsa tidak pernah lepas dari potret seorang guru. Guru yang cakap, biasanya memudahkan peserta didik mudah menangkap. Sebaliknya, jika gurunya “gagap,” biasanya peserta didik akan ngap-ngap dan mudah menguap. Bagaimana menakar kualitas guru dan pendidikan yang sebenarnya?            Fenomena selama ini memperlihatkan ada begitu keluarga dari daerah pinggiran atau pedesaan yang berusaha menyekolahkan anak mereka di daerah perkotaan, meskipun di daerah asalnya, sekolah sudah tersedia. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak ke kota, menunjukkan satu anomali terkait pendidikan – muncul anggapan daerah kota jauh lebih berkualitas daripada di desa atau daerah pinggiran. Selain terkait faktor persepsi popularitas wilayah, ada j...