(Gambar diambil dari Google)
Presiden Joko Widodo pada akhirnya
resmi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mulai dari Pertalite, Solar, dan
Pertamax. Harga terbaru bahan bakar tersebut mulai berlaku pada Sabtu, 3
September 2022, pukul 14.30 WIB. Berikut rincian harga bahan bakar tersebut
menurut penjabaran dari Menteri ESDM, Arifin Tasrif. Harga Pertalite yang
semula Rp. 7.650 per liter naik menjadi Rp.10.000 per liter. Solar subsidi dari
Rp.5.150 per liter naik menjadi Rp.6.800 per liter. Harga Pertamax dari
Rp.12.500 per liter naik menjadi Rp. 14.500.
Kenaikan harga BBM ini sungguh
menyulitkan masyarakat Indonesia, lebih khususnya masyarakat dari latar
belakang ekonomi kecil. Tidak heran jika para demonstran turut memberi suara
atas kebijakan pemerintah tersebut yang menyulitkan masyarakat. Kenaikan harga
BBM ini membuat tarif angkutan umum juga mengalami kenaikan. Hal ini sangat
membebani masyarakat yang seringkali bepergian menggunakan angkutan umum. Dari
pada merasa terbebani dengan naiknya harga BBM ini, lebih baik jalan kaki saja.
Beralan kaki jauh lebih menyehatkan dari pada terus-terusan menggunakan
kendaraan. Memang dari segi waktu, jalan kaki memakan waktu yang cukup lama
untuk sampai ke tempat tujuan. Namun hal ini bisa diatasi dengan cara memanage
waktu dengan baik.
Menurut data dari peneliti
Universitas Stanford, Amerika Serikat, sebagaimana yang tercantum dalam website
resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia menduduki peringkat ke
46 dari daftar penduduk paling rajin berjalan kaki dengan total 3.513 langkah
per hari. Negara yang menduduki posisi pertama adalah Hong Kong dengan total
6.880 langkah per hari. Tidak heran jika masalah obesitas menjadi tren di
Indonesia. Menurut data dari peneliti Universitas Stanford tersbut, Indonesia
menempati posisi menengah dalam daftar kesenjangan aktivitas. Semakin besar
kesenjangan aktivitas suatu negara, semakin besar pula taraf obesitasnya.
Indonesia sendiri berada pada urutan ke-17 dalam daftar penduduk obesitas. Orang-orang
yang mengalami obesitas disebabkan karena kurang banyak bergerak, kurang
berolahraga, dan kurang menjaga pola makan.
Sebagian besar penduduk Indonesia
sangat jarang berolahraga, hal ini disebabkan oleh kesibukan yang padat
sehingga waktu untuk berolahraga jarang ada. Bahkan bila ada sedikit waktu
senggang, waktu tersebut tidak di pakai untuk olahraga, tetapi untuk
beristirahat sejenak dari pekerjaan yang padat.
Menunggu waktu yang tepat untuk olahraga adalah pekerjaan yang sia-sia. Solusi yang tepat adalah dengan berjalan kaki. Berjalan kaki juga termasuk olahraga. Semakin banyak kita berjalan kaki, semakin banyak pula kalori yang keluar dari tubuh kita. Bukan hanya itu saja, berjalan kaki juga memberikan banyak manfaat, yaitu dapat meningkatkan energi, menguatkan otot, mebuat kita lebih fokus dan berkonsentrasi, membuat tidur lebih nyenyak, dapat mencegah kangker, meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat tulang dan sendi, menyehatkan jantung, membantu meningkatkan suasana hati, membantu menemukan ide-ide baru, dan menurunkan kadar gula darah.
Kita tidak perlu menunggu waktu luang untuk berjalan kaki. Ketika kita pergi bekerja, sekolah, belanja, atau tujuan lainnya, kita bisa melakukannya dengan berjalan kaki. Hal itu bisa membuat kita lebih hemat sekaligus sehat, apa lagi jika dilakukan di saat BBM naik seperti sekarang ini. Berjalan kaki membutuhkan tekad dan semangat yang kuat. Jika kamu memiliki kondisi fisik yang kurang bagus, sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Cukup dengan jarak yang dimampukan saja. Daripada kita pusing dengan harga BBM yang naik ini, lebih baik kita jalan kaki saja. BBM naik bukan berarti kita krisis solusi. Berjalan kaki adalah solusi kita bersama.

Komentar